APPIK, Beri Kepastian Usaha Bagi Pembudidaya Ikan Kecil di Kabupaten Kutai Barat

diskan.kutaibaratkab.go.id. Sendawar, Pembudi Daya Ikan kerap menghadapi berbagai resiko kegagalan usaha yang disebabkan bencana alam, perubahan iklim, dan penyakit ikan. Dampak dari serangan tersebut dapat menyebabkan daya saing dan motivasi Pembudi Daya Ikan menjadi menurun. Melalui Program Asuransi Perikanan bagi Pembudi Daya Ikan Kecil (APPIK) diharapkan mampu menjawab berbagai persoalan yang menimpa Pembudi Daya Ikan, sehingga memiliki daya saing yang semakin baik. Selain itu perlindungan Pembudi Daya Ikan merupakan amanat yang dituangkan dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2016 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan, Pembudi Daya Ikan, dan Petambak Garam khususnya pelaksanaan strategi perlindungan melalui asuransi usaha. Untuk mendorong kesejahteraan Pembudi Daya Ikan secara berkelanjutan, diperlukan perlindungan terhadap risiko yang dihadapi dalam usaha pembudidayaan ikan. Asuransi Perikanan bagi Pembudi daya Ikan Kecil diharapkan mampu melindungi Pembudi Daya Ikan dari risiko kerugian nilai ekonomi usaha akibat gagal panen, sehingga pembudi daya ikan tetap memiliki modal kerja untuk penebaran siklus berikutnya. Selain itu dengan adanya asuransi perikanan diharapkan usaha pembudidayaan ikan semakin diminati lembaga pembiayaan, karena sudah terdapat mitigasi risiko kegagalan usaha.

Kolam tanh milik masyarakat pelaku biddaya perikanan yang mendapat program APPIK

Adapun bentuk Bantuan yang diberikan adalah pembayaran premi asuransi perikanan selama 1 (satu) tahun untuk Pembudi Daya Ikan Kecil yang telah memenuhi persyaratan.

  1. Premi Asuransi Perikanan dan Harga Pertanggungan

Dalam bantuan pembayaran premi asuransi perikanan, premi dan harga pertanggungan ditetapkan untuk tiap Pembudi Daya Ikan Kecil pertahun. Harga pertanggungan menjadi dasar perhitungan premi dan nilai maksimum santunan. Sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku.

  1. Risiko yang Dijamin

APPIK memberikan jaminan atas hilang atau rusaknya sarana pembudidayaan ikan antara lain benih/benur, pakan, pupuk, obat ikan, dan kolam/tambak yang menyebabkan kerugian atau kegagalan pada usaha pembudidayaan ikan. Kerugian atau kegagalan usaha tersebut disebabkan oleh faktor berikut:

  1. bencana alam yaitu kejadian tidak terduga yang disebabkan oleh perubahan kondisi alam antara lain banjir, tanah longsor, erupsi, gempa bumi, tsunami, dan angin topan, dan/atau
  2. wabah penyakit ikan yaitu kejadian serangan penyakit ikan yang menyerang pada proses usaha budidaya.
  3. Ganti Rugi (Santunan)
Resiko kematian massal benih ikan yang dialami oleh pelaku usaha budidaya perikanan yang dijamin oleh program APPIK

Santunan diberikan kepada penerima bantuan pembayaran premi asuransi perikanan bagi Pembudi Daya Ikan Kecil apabila terjadi kerugian atau kegagalan usaha yang disebabkan oleh bencana alam dan/atau wabah penyakit ikan sehingga menimbulkan kehilangan, kematian, dan/atau kerusakan sarana pembudidayaan ikan mencapai ≥ 50% (lima puluh persen). Batas maksimal pengajuan klaim untuk mendapatkan santunan akibat kerugian atau kegagalan usaha adalah sesuai dengan periode siklus untuk masing-masing komoditas,

Kepala Dinas Perikanan Kab. Kutai Barat melalui kepala bidang pemberdayaan nelayan dan pembudidaya ikan Jakaria,S.Pi. menyebutkan Persyaratan penerima bantuan pembayaran premi asuransi perikanan bagi Pembudi Daya Ikan Kecil yaitu:

  1. terdaftar dalam database Kartu Kusuka yang dikeluarkan oleh Kementerian     Kelautan dan Perikanan;
  2. diutamakan Pembudi Daya Ikan Kecil yang unit usahanya sudah mempunyai sertifikat Cara Budidaya Ikan yang Baik;
  3. Pembudi daya ikan kecil yang melakukan pembudidayaan ikan yaitu usaha pembesaran udang, bandeng, nila, patin, dan lele di kolam dan/atau tambak dengan metode monokultur dan/atau polikultur dan menggunakan teknologi sederhana, dengan kriteria luas lahan:

1) paling luas 2 (dua) hektar untuk ikan air tawar;

2) paling luas 5 (lima) hektar untuk ikan air payau.

  1. memiliki rekening tabungan atau sanggup membuka rekening tabungan;
  2. bukan Kepala Desa, perangkat Desa/Kelurahan, ASN, TNI/Polri, Anggota Legislatif, dan Penyuluh/PPB;
  3. tidak pernah mendapatkan program asuransi dari Kementerian, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten/Kota atau pernah mendapatkan program asuransi dari Kementerian, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten/Kota, namun polis asuransinya telah berakhir masa berlakunya atau jenis risiko yang dijamin berbeda;
  4. patuh pada ketentuan yang tercantum dalam Polis Asuransi Perikanan.
Masyarakat Pelaku Usaha Perikanan khususnya Kelompok Pembudidaya Ikan yang mendapatkan Program APPIK

Untuk informasi lebih lanjut bisa menghubungi Dinas Perikanan

Penyuluh Perikan Bantu Kementerian Kelautan Perikanan , CP. NurmaYunita, S.Pi  HP. 08121837 1158.

Penulis Mastuyah, SP. editor Jakaria, S.Pi.

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *