Cegah Stunting, Mari Konsumsi Ikan Sejak Usia Dini

Sendawar, diskan.kutaibaratkab.go.id. – Nutrisi yang baik sangat penting untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan buah hati selama 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).Tanpa nutrisi yang baik, bayi dapat mengalami kerusakan serius – bahkan permanen – pada otak dan tubuhnya yang sedang berkembang. Masalah gizi kronis pada 1.000 HPK bisa berdampak pada stunting atau bertubuh pendek. Pada fenomena ini orang tua harus lebih waspada terhadap kondisi anak mereka, karena hal ini sangat penting untuk mencegah dampak jangka panjang. Anak yang tidak tumbuh dengan baik dan terlalu pendek untuk usia mereka menderita kondisi yang dikenal sebagai stunting (postur pendek/kerdil). Stunting menunjukkan bahwa seorang anak gagal berkembang. Secara global, satu dari empat anak di bawah usia lima tahun menderita stunting.

ibu hamil yang kekurangan gizi dan tidak mendapatkan cukup nutrisi yang dia butuhkan untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan bayinya selama kehamilan dapat memberikan cikal bakal stunting pada janinnya. Kondisi ini dapat berlanjut setelah lahir, akibat praktik pemberian makan yang buruk, infeksi berulang dan pola makan yang tidak cukup memenuhi asupan zat gizi yang dibutuhkan anak untuk tumbuh dan berkembang dengan baik. Masalah gizi kronis berdampak serius pada anak, misalnya gangguan perkembangan otak, intelegensia (IQ) rendah, sistem kekebalan tubuh melemah dan risiko lebih besar terkena penyakit serius seperti diabetes dan kanker di kemudian hari. Yang perlu diingat adalah, efek stunting dapat diturunkan dari satu generasi ke generasi lainnya. Anak perempuan yang terlahir kekurangan gizi dan menjadi kerdil saat masa kanak-kanak akan tumbuh menjadi ibu yang kekurangan gizi, yang pada gilirannya melahirkan bayi yang kekurangan gizi juga. Siklus ini akan berulang jika tak diputus dengan intervensi yang tepat.

Seperti diketahui bahwa kandungan protein dan gizi pada ikan di yakini mampu menumbuhkembangkan kecerdasan otak anak khususnya pada masa pertumbuhan. Sehubungan itu, budaya mengkonsumsi ikan sejak usia dini sangatlah penting. Berbagai kandungan gizi semisal vitamin A, B, dan D banyak terdapat di ikan.  Oleh karena itu sabgatlah penting bagi para orang tua untuk mengajarkan pentingnya mengkonsumsi ikan sejak usia dini.  Mengkonsumsi ikan bukan hanya dalam bentuk ikan dalam bentuk aslinya saja tetapi juga produk olahannya seperti abon, kerupuk, amplang, bakso, empek-empek, keripik ataupun olahan lainnya. (jack/18/09/2019)

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *