Dinas Perikanan Terbitkan TPUPI, Untuk Menjamin Aktifitas Usaha Pelaku Usaha Budidaya Ikan Skala Kecil

Sendawar, diskan.kutaibaratkab.go.id.- Pemerintah Kabupaten Kutai Barat melalui Dinas Perikanan  terus mendorong pengusaha budidaya ikan berskala kecil untuk mengantongi Tanda Pencatatan Usaha Pembudidayaan Ikan (TPUPI). Hal ini bertujuan untuk menjamin aktifitas usaha perikanan dengan legalitas yang sah. Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Kutai Barat, melalui Kepala Bidang Pemberdayaan Nelayan dan Pembudidaya Perikanan, Jakaria S.Pi,  mengatakan  TPUPI  ini berfungsi sebagai tanda izin usaha bagi pembudidaya dengan luasan lahan garap di bawah 2 hektare atau berskala kecil. Sekaligus, bentuk kepastian dan perlindungan hukum atas usaha pembudidayaan ikan di Kabupaten Kutai Barat sehingga mewujudkan ketertiban dan keamanan bagi pemilik usaha maupun lingkungan sekitarnya.

TPUPI juga jadi bagian dalam implementasi Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 49/PERMEN–KP/2014 tentang Usaha Pembudidayaan Ikan, maka setiap orang yang melakukan Usaha Pembudidayaan Ikan di wilayah pengelolaan perikanan Negara Republik Indonesia wajib memiliki izin usaha Perikanan dibidang pembudidayaan, Dalam peraturan tersebut mengatur agar usaha perikanan mempunyai daya saing, berkelanjutan, berkeadilan, tercipta iklim usaha yang kondusif dan berwawasan lingkungan.

“Tujuan TPUPI memang untuk melindungi dengan legalitas yang sah, Ini setara dengan surat izin usaha perikanan,”kata  Kepala Bidang Pemberdayaan Nelayan dan Pembudidaya Perikanan.

Sejauh ini, Dinas  Perikanan  sudah menerbitkan hingga 200 TPUPI. Yakni, sebanyak 200 sertifikat  pada tahun  2019, pada ferbuari 2020 50 sertifikat, pada tahun ini ditargetkan 300 sertifikat yang diterbitkan, lebih banyak dari tahun sebelumnya.

Sosialisasi gencar diberikan ke kelompok budidaya atau kelompok lain yang berpotensi memiliki aktifitas budidaya ikan, termasuk kelompok tani mengingat beberapa di antaranya juga membudidayakan ikan di persawahan melalui sistem mina padi.

  “Kami telah melakukan 4 kali sosialisasi di 4 kecamatan yang memiliki potensi budidaya perikanan, termasuk menyasar forum rapat warga yang terdapat kelompok budidaya namun belum terafiliasi dengan kelompok lain. Beberapa pembudidaya memang tidak menggabungkan diri dengan kelompok lain. Ini kita sasar juga, termasuk kelompok wanita tani dan gabungan kelompok tani yang dia ada aktivitas budidaya” Ujar Mastuyah, SP, selaku Kepala Seksi Kemitraan Usaha dan Informasi Perikanan.

Adapun persyaratan untuk penerbitan TPUPI ini adalah :

  1. Fotocopy KTP Pelaku Usaha, dengan menunjukan aslinya ;
  2. Mengisi formulir pendaftaran;
  3. Surat Pernyataan ber materai yang menyatakan luasan lahan yang digunakan dan jenis ikan yang dibudidaya;
  4. Foto usaha pembudidaya;
  5. Tidak dipungut biaya/gratis.

Berkas bisa dimasukan kebagian seksi kemitraan usaha dan informasi perikanan Dinas Perikanan Kabupaten Kutai Barat atau bisa menghubungi penyuluh perikanan Dinas Perikanan an. Nurma Yulita dengan CP. 0853  4657 7840. (jack/Mastuyah/28/02/2020)

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *