Dongkrak Perkembangan Usaha Perikanan, Dinas Perikanan Sasar Organisasi Gereja

Sendawar, diskan.kutaibaratkab.go.id., Upaya sosialisasi bahkan penyuluhan terkait usaha perikanan terus dilakukan oleh Dinas Perikanan.  Berbagai upaya dilakukan diantaranya fasilitasi pembentukan kelompok pelaku usaha perikanan, serta pelaksanaan penyuluhan/sosialisasi teknis terkait pemeliharaan ikan dalam upaya mendorong berkembangnya usaha perikanan khususnya budidaya.  Pada umumnya sasaran dari aktifitasnya ini adalah warga masyarakat yang tergerak untuk memulai usaha perikanan, yang belum mengetahui teknis pembudidayaan ikan.

Peserta pertemuan bimbingan terkait budidaya ikan di Gereja Kemah Injil Indonesia Metanoia Leleng

Momen berbeda kali ini dilakukan oleh Dinas Perikanan dengan menjangkau kalangan organisasi keagamaan yaitu Jemaat Gereja.  Pada dasarnya aktifitas pemeliharaan ikan tidak terlalu sukar untuk dilakukan. Yang terpenting adalah tersedianya air dan wadah pemeliharaan ikan.  Pengelolaan Kolam, kualitas air, benih, pakan, hama dan penyakit ikan, pengolahan serta manajemen pemasaran juga perlu mendapat perhatian khusus bagi pelaku usaha perikanan yang akan memulai usahannya.  Hal tersebut disampaikan dalam sebuah pertemuan yang dilaksanakan di Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) Jemaat Metanoia Kampung Leleng Kecamatan Sekolaq Darat dengan Narasumber dari Dinas Perikanan Kutai Barat.  Dari pertemuan tersebut ada banyak pertanyaan seputar usaha perikanan, seperti proses pembentukan kelompok, standar teknis kolam, standar minimal kolam, persyaratan akses bantuan ke pemerintah, bahkan terungkap pula mengenai pemasaran hasil.

Budidaya ikan dalam kolam jaring milik warga jemaat

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Kutai Barat, Dr. Ir. S.A. Samson, M.Si., M.Sc. melalui Kepala Bidang Pemberdayaan Nelayan dan Pembudidaya Perikanan, Jakaria selaku narasumber menyampaikan beberapa ketentuan dan kriteria terkait kelembagaan pelaku usaha perikanan.  “Dinas Perikanan selaku pembina tentu saja memiliki peran untuk terlibat dalam hal pembinaan kepada kelompok-kelompok pelaku usaha perikanan yang memenuhi persyaratan, seperti Kelompok Nelayan harus tergabung dalam Kelompok Usaha Bersama atau KUB, serta Kelompok Pembudidaya Ikan atau Pokdakan untuk aktifitas pemeliharaan ikan, dan tentu saja masih ada kriteria lain yang harus dipenuhi jika ingin mengakses bantuan sarana dan prasarana perikanan” ujar Jakaria.

Potensi lahan yang akan dikembangkan untuk pemeliharaan ikan milik warga jemaat

Dari pertemuan tersebut terungkap bahwa aktifitas pemeliharaan ikan telah dilakukan oleh warga gereja, dengan ememlihara ikan dalam keramba jarring apung dan kolam tanah.  Tadeus, S.Th yang hadir selaku hamba Tuhan yang turut hadir dalam aktifitas tersebut sangat berharap agar pembinaan melalui penyuluhan semacam ini terus dilakukan, agar warga jemaat semakin memahami teknis budidaya ikan.

Pemeriksaan pH air di lahan warga jemaat oleh petugas dari Dinas Perikanan

Melalui kegiatan ini diharapkan bahwa usaha budidaya ikan semakin berkembang, sehingga berdampak pada meningkatnya pengahsilan masyarakat. (Jack/19/05/2021)

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *