Dorong Usaha Perikanan, Dinas Perikanan Fasilitasi Pembentukan POKDAKAN METANOIA Kampung Leleng

diskan.kutaibaratkab.go.id.- Sendawar, Upaya pengembangan usaha perikanan melalui penumbuhan kelompok pelaku usaha terus dilakukan oleh Dinas Perikanan.  Hal ini dilakukan untuk mempersiapkan masyarakat pelaku usaha perikanan untuk menyiapkan pasokan ikan air tawar menyongsong hadirnya IKN (Ibu Kota Negara) di Provinsi Kalimantan Timur.  Sehingga dengan bertumbuhnya pelaku usaha perikanan khususnya perikanan budidaya akan meningkatkan produksi ikan air tawar.

Suasana pertemuan fasilitasi pembentukan kelompok pembudidaya ikan di Kampung Leleng Kecamatan Sekolaq Darat

Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Kutai Barat S.A. Samson melalui Kepala Bidang Pemberdayaan Nelayan dan Pembudidaya Perikanan Jakaria dalam acara fasilitasi pembentukan Kelompok Pembudidaya Ikan di Kampung Leleng Kecamatan Sekolaq Darat, pada hari rabu (09/06).  Dalam kesempatan tersebut, Jakaria menyampaikan perlunya kelompok dalam melakukan usaha perikanan, hal ini dimaksudkan agar pelaku usaha memiliki kemampuan untuk menjalankan usaha dengan menghimpun berbagai kemampuan dari masing-masing anggota, selain itu akan memudahkan bagi pemerintah melalui instansi berwenang melakukan pembinaan. “Negara menjamin kelompok pelaku usaha perikanan  yang telah tertuang dalam Peraturan Pemerintah, sehingga mendorong pelaku usaha perikanan untuk dapat menggabungkan usahanya ke dalam sebuah kelompok, dan ini juga akan berdampak bagi mudahnya Dinas Perikanan melakukan pembinaan” ujar Jakaria.

Dari kegiatan fasilitasi pembentukan kelompok ini, telah didapakan nama kelompok “Pokdakan Metanoia” Kampung Leleng dengan pengurus Dwi Handayani Dongya sebagai Ketua, Selia sebagai Sekretaris, dan Erni Lisda sebagai Bendahara.

Kolam milik seorang anggota kelompok Pokdakan Metanoia Kampung Leleng Kecamatan Sekolaq Darat

Secara keseluruhan kelompok ini berjumlah lima belas orang, dan tidak tertutup kemungkinan akan bertambah.  “Kami sangat berterima kasih kepada Dinas Perikanan yang telah memfasilitasi kegiatan pembentukan kelompok ini, dan kami tetap mengharapkan bimbingan kedepannya untuk kelompok ini” ujar Dwi Handayani Dongya.  Pertemuan yang semula hanya bertujuan untuk memfasilitasi pembentukan kelompok melalui penyusunan AD/ART dan dokumen lainnya, akhirnya berkembang ke hal-hal yang lebih teknis terkait budidaya ikan.  Dari pantauan penulis ternyata kelompok ini memiliki potensi yang cukup besar untuk pengembangan perikanan budidaya.  Sumber air yang tersedia sepanjang tahun, serta tekstur gambut dan tanah liat pada bagian dasar sangat memungkinkan untuk dikembangkan usaha kolam.  Dan terlihat beberapa unit kolam yang telah dibangun oleh anggota kelompok sebagi bukti keseriusan untuk melakukan kegiatan budidaya ikan. (Jack/10/06/2021)

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *