DUKUNG SEKTOR PERIKANAN, TAHUN 2021 APBD PROPINSI MENGANGGARKAN KEGIATAN PENGEMBANGAN IKAN LOKAL DI KABUPATEN KUTAI BARAT

Sendawar, diskan.kutaibaratakab.go.id.  Kabupaten Kutai Barat  kaya akan ikan-ikan lokal yamg bernilai ekonomis tinggi, Hanya sayang belum dibudidayakan dan produksinya masih terbatas, tergantung pada musim-musim penangkapan. Untuk mengatasi keadaan tersebut, salah satu cara yang mudah diterapkan dan tidak memerlukan biaya tinggi adalah dengan melaksanakan pemeliharaan ikan dalam karamba.Dengan demikian di luar musim-musim penangkapan tetap ada ikan yang dapat dijual dan tentu saja harganya lebih tinggi.

Ikan Belida dan Toman, ikan Endemik Lokal Kutai Barat

Secara spesifik Kabupaten Kutai  juga memiliki banyak sungai, danau dan rawa-rawa tempat di mana biasa ikan hidup. Masih banyak masyarakat yang belum mengetahui, di tempat-tempat itulah terdapat ikan-ikan lokal. Sampai saat ini masyarakat hanya mengetahui budidaya ikan seperti ; ikan lele, ikan mas, gurame, bandeng, nila, mujair dan patin saja. Padahal keberadaan ikan-ikan lokal ini masih diminati atau dikonsumsi masyarakat, karena kandungan gizinya yang tinggi.

Ikan Gabus/Haruan, ikan Endemik Lokal Kutai Barat

Meningkatnya permintaan dan tingginya harga ikan lokal yang cukup signifikan menjadikan ikan lokal mempunyai nilai ekonomis. Kondisi seperti ini tentu saja mendorong masyarakat untuk melakukan eksploitasi secara besar-besaran tanpa memperhatikan langkah selanjutnya.

Ikan Nila

Eksploitasi besar-besaran tanpa dibarengi dengan pembudidayaan tersebut menjurus pada kelangkaan bahkan bukan mustahil akan punah. Sebut saja jenis ikan  Belida, udang Galah, Lais Lepuq, yang sudah mulai langka,  Karena eksploitasi dan tidak adanya pembudidayaan.

Ikan Patin, ikan Endemik Lokal Kutai Barat

Menginggat peluang budidaya ikan lokal pengembangannya masih terbuka lebar, maka pada  Tahun 2021 melalui dana APBD Propinsi menganggarkan kegiatan pengembangan ikan lokal bernilai ekonomis tinggi dengan sentra pengembangan Penyingahan, Jempang, Mook Manaar Bulant, Long Iram dan Tering.

Ikan Jelawat, ikan Endemik Lokal Kutai Barat

Adapun Jenis ikan lokal  yang akan di kembangkan yaitu Papuyu (betok), Jelawat, Haruan (gabus), Belida, toman dan  media   pengembangan budidaya ikan lokal tersebut menggunakan Karamba atau  Karamba Jaring Apung, sekarang ikan lokal harganya  sudah mengalahkan ikan budidaya umunya seperti Mas, Nila, sebagai contoh ikan Mas berkisar Rp. 40.000 – Rp.45.000 /Kg ,Sedangkan  Ikan Gabus sudah menembus angka Rp. 55.000 – Rp 60.000/Kg.

Pelaksanaan Video Confrence

Hal ini disampaikan oleh  Ir. H. Riza Indra Riadi, M.Si selaku Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Propinsi Kalimantan Timur  pada saat  Rapat Koordinasi Teknis Perencanaan Pembangunan (RAKORTEKRENBANG) Provinsi Kalimantan Timur  Tahun 2020 pada hari  senin, 20 April 2020 di Ruang Rapat BP3D  dengan menggunakan vidio Conference via aplikasi Zoom.

Lokasi Kegiatan tahun 2021 di Kabupaten Kutai Barat

“ Pada prisipnya Kami di Kabupaten Kutai Barat, sangat mendukung kegiatan Pengembangan Ikan lokal bernilai ekomis tinggi menginggat bahwa potensi pengembangan Sektor Perikanan masih besar menurut data Tahun 2019 potensi perikanan budidaya Kabupaten Kutai Barat meliputi  Sungai 1416, 5 Ha, Rawa 14866,8 Ha, Danau 3577,5 Ha. Pada saatnya nantinya kami akan melaksanakan CPCL berdasarkan lokasi khusus (LOKUS) yang telah ditetapkan oleh Propinsi kepada kelompok calon penerima kegiatan, yang harus diperhatikan oleh kelompok pembudidaya bahwa salah satu syarat penerima bantuan yaitu berbadan hukum, berbentuk KUB dan tidak kalah pentingnya ber KTP sebagi nelayan atau petani, hal ini dimaksud supaya bantuan yang diberikan tepat sasaran” hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Kutai Barat melaluiKepala Bidang Pengelolaan Sumberdaya dan Daya Saing Produk Perikanan Leli, S.Pi.,M.Si. (Mastuyah/30/04/2020).

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *