Dukung Upaya Peningkatan Produksi Benih, Dinas Perikanan Berikan Layanan Teknis Pemijahan

Sendawar, diskan.kutaibaratkab.go.id.  Berkembangnya daerah Kutai Barat merupakan sebuah peluang bagi warga masyarakatnya untuk mengembangkan usaha ekonomi kerakyatan. Di sector Perikanan, usaha budidaya ikan dan penangkapan ikan telah lama dilakukan oleh warga masyarakat, bahkan jauh sebelum terbentuknya Kabupaten Kutai Barat ini. Jika kebetulan pembaca menggunakan transportasi air, maka aktifitas usaha perikanan akan terlihat di sepanjang alur sungai Mahakam. Jejeran Keramba ikan di sepanjang tepian, serta aktifitas perahu nelayan yang sedang melakukan penangkapan ikan akan jelas terlihat.  Pemerintah Kabupaten Kutai Barat selalu mendorong usaha-usaha di sektor Perikanan ini.  Berbagai upaya telah dilakukan untuk mendukung usaha perikanan, diantaranya memberikan sarana Budidaya, Sarana dan Alat Penangkapan Ikan, serta memberikan Bimbingan Teknis melalui pelatihan bagi para pelaku usaha perikanan.

Kegiatan Penyuntikan Hormon Ovaprim ke indukan ikan lele yang akan dipijahkan

Dinas Perikanan yang merupakan dinas teknis yang menangani urusan perikanan, terus berupaya untuk memberikan layanan terbaik bagi warga masyarakat yang berusaha di sektor perikanan.  Satu upaya sederhana yang dilakukan oleh Dinas Perikanan adalah memberikan layanan teknis kepada warga masyarakat yang telah memiliki induk ikan yang ingin dipijahkan.  Seperti yang dilakukan baru-baru ini di Kecamatan Damai, tepatnya di Kampung Mendika.  Dinas Perikanan Melalui Bidang Pemberdayaan Nelayan dan Pembudidaya Perikanan melakukan pemijahan ikan lele di lokasi Pak Muso.

Benih ikan Nila milik pak Muso

Pemijahan dilakukan kepada dua pasang ikan lele, dengan melakukan proses penyuntikan hormon ovaprim.  Dinas Perikanan melalui Kepala Bidang pemberdayaan Nelayan dan Pembudidaya Perikanan, Jakaria yang turun langsung menangani proses pemijahan ini, memberikan cara pemijahan dengan menggunakan hormon. “Suksesnya proses pemijahan tergantung dari banyak factor, mulai dari kesiapan indukan ikan, kondisi lingkungan air, serta ketepatan dalam melakukan proses pemijahan” ujar Jakaria.  Hal ini disampaikannya ketika memberikan masukan kepada pemilik usaha pembenihan di Kampung Mendika ini. Menurutnya perlu perbaikan terutama untiuk fasilitas sumber air, terutama penambahan untuk penampungan air, serta perlu adanya proses filtrasi, mengingat sumber air yang diambil berasal dari air rawa. (jack/05/06/2020)

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *