Fasilitasi akses permodalan bagi Kelompok Usaha Perikanan, Dinas Perikanan Kutai Barat Gelar Sosialisasi

Usaha perikanan merupakan sektor yang akan terus ada permintaannya. Bahkan saat ini kebutuhan ikan terus mengalami peningkatan. Hal ini disebabkan oleh peningkatan jumlah penduduk dari waktu ke waktu.

Kepala Bidang Pemberdayaan Nelayan dan Pembudidaya Perikanan, Jakaria, S.Pi tengah memberikan sambutan

Bagi pelaku usaha kecil faktor produksi berupa modal terkadang dianggap sebuah konsep yang terlalu muluk-muluk, karena akses terhadap permodalan dianggap cukup sulit. Padahal, akses terhadap permodalan merupakan hal yang sangat penting untuk menjamin keberlangsungan bisnis dan peningkatan kesejahteraan pemilik dan tenaga kerjanya.

Ada sejumlah faktor yang menyebabkan nelayan sulit memperoleh akses permodalan dari perbankan, yakni (i) perbankan melakukan analisa bisnis menggunakan standar keuangan yang sering kali tidak bisa dipenuhi oleh nelayan, khususnya skala kecil; (ii) produk keuangan yang ditawarkan kepada nelayan tidak mengakomodasi pola usaha perikanan yang bersifat musiman; dan (iii) layanan perbankan menggunakan jam kerja yang tidak sesuai dengan pola kerja nelayan.

Seorang pserta Sosialisasi tengah memberikan pertanyaan kepada Narasumber

Banyak usaha kecil yang sebenarnya memiliki prospek baik akhirnya kandas di tengah jalan karena salah kelola dari pemiliknya. Atau sebuah bisnis usaha kecil yang sebenarnya baik dan memiliki prospek cerah tetapi tidak didukung oleh permodaalan yang kuat, akhirnya tidak berkembang. Karena itu penting bagi pelaku usaha kecil untuk mencermati dan belajar mengenai akses permodaalan ini. akses permodaalan sebuah usaha tidak semata-mata keterampilan mengelola tetapi juga sebagai sebuah seni.

Selain itu, kendala lain yang sering dihadapi oleh para pelaku usaha perikanan diantaranya adalah dalam aspek manajemen keuangan. Manajemen keuangan untuk perusahaan besar tentu saja tidak cocok jika diterapkan pada perusahaan kecil bidang perikanan sehingga tidak dapat disamakan. Kalau turn over-nya (penyerahan) harian dan penjualan dilakukan secara cash (tunai), maka sebaiknya pembelian juga secara tunai. Jangan sampai membeli barang dengan cara kredit dan dibayar kredit namun setelah jatuh tempo tidak dapat dibayar, karena dapat menyulitkan pengusaha itu sendiri.

Bertolak dari kondisi tersebut, Dinas Perikanan Kabupaten Kutai Barat mengadakan kegiatan Sosialisasi Akses Kredit Permodalan untuk kelompok perikanan.  Kegiatan yang dilangsungkan di dua kecamatan yaitu Kecamatan Muara Pahu dan Kecamatan Mok Manor Bulatn. Pertimbangan pemilihan lokasi pelaksanaan soialisasi didasarkan atas pemikiran bahwa aktifitas perikanan di dua kecamatan tersebut cukup tinggi. “Kegiatan ini akan berlangsung di dua tempat, dan hari ini selasa (03/09) dilaksanakan di Muara Pahu, dan selanjutnya nanti dilaksanakan di Kecamatan Mok Manor Bulatn” ujar Mastuyah, SP, selaku pelaksana kegiatan sosialisasi. Kegiatan sosialisasi Akses Kredit Permodalan untuk Kelompok perikanan yang dilaksanakan oleh Dinas Perikanan Kabupaten Kutai Barat menggandeng pihak Perbankan Khususnya Bank Kaltimtara Cabang Sendawar selaku Narasumber.  “Kami berharap agar kegiatan sosialisasi ini dapat diikuti oleh peserta, sehingga nantinya ada masyarakat yang siap untuk mengajukan permohonan kepada pihak Bank” ujar Aspar, S.Pd, selaku Sekretaris Camat Muara Pahu.  Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Kutai Barat Dr. Ir. S.A. Samson, M.Si., M.Sc. melalui Kepala Bidang Pemberdayaan Nelayan dan Pembudidaya Ikan Jakaria, S.Pi. dalam sambutannya menyebutkan bahwa Kabupaten Kutai  Barat memiliki potensi Perikanan Umum Daratan yang besar, sehingga perlu dikelola secara optimal dan berkelanjutan, dan melalui sosialisasi ini masyarakat pelaku usaha perikanan memiliki tambahan informasi yang bermanfaat untuk mengakses permodalan.  Peserta sosialisasi berjumlah tiga puluhan orang tersebut berasal dari Kelompok pelaku usaha perikanan di kecamatan muara pahu.  Selain mendapatkan mendapatkan materi dari Pihak Perbankan dan Dinas Perikanan Kabupaten Kutai Barat, peserta juga diberikan kesempatan untuk Tanya jawab dengan para Narasumber. (jack/03/09/2019).

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *