Geliat Usaha Ikan Lele, Patin dan Nila dalam Kolam Tanah di Kampung Gemuhan Asa

Sendawar, diskan.kutaibaratkab.go.id. Jalan berliku dengan turunan tajam tidak menyurutkan niat penulis untuk melihat lokasi kolam ikan milik warga Kampung Gemuhan Asa Kecamatan Barong Tongkok.  Setelah menyusuri jalan setapak dengan tanaman karet di kanan kiri jalan, akhirnya penulis tiba di lokasi.

Satu diantara kolam dengan air yang jernih

Suasana asri tampak terlihat, dengan suara gemericik air yang jatuh ke permukaan kolam menambah suasana alam yang jauh dari hiruk pikuk aktifitas manusia. Setelah berkutat dengan rutinitas pekerjaan, penulis merasa nyaman untuk berlama-lama menikmati suasana seperti ini. Kolam yang berlokasi tidak jauh dari kawasan bandara Melalan tersebut hampir sepuluh tahun diusahakan oleh sang pemilik dengan memelihara ikan Nila, Lele, dan Patin. Kolam berjumlah Sembilan unit tersebut tampak berjajar rapi, dengan pematang dari tanah yang diberi penyangga dari kayu.  Air kolam tampak jernih, sehingga penulis dapat melihat dengan jelas liukan tubuh ikan lele, dan patin yang dipelihara.  Ketika diberi makan Nampak ikan-ikan ini berebutan pakan sehingga menyebabkan gelombang air dan seketika air menjadi keruh.

Pancuran dari Mata Air sumber

Kolam yang terletak di kaki bukit ini mendapat pasokan air yang melimpah dari mata air yang terletak di kaki bukit.  Menurut pemiliknya meskipun di musim kemarau air tetap dapat mengalir deras. Dengan luasan kurang lebih 0,25 Ha mampu menghasilkan pemasukan bagi keuangan pemilik.  Pada minggu sebelumnya pemilik melakukan pemanenan ikan lele sebanyak 400 Kg dan ikan nila sebanyak 70 Kg.  Menurut Masrum sang pemilik kolam ini, dari pengalaman didapatkan bahwa untuk usaha kolam seperti ini, perputaran modal cukup bagus didapat dari ikan lele jika dibandingkan dengan ikan patin maupun nila. Dari proses pembesaran maka ikan lele tiga kali lebih cepat dibandingkan kedua ikan lainnya. Ketika ditanya mengenai pemasaran, ternyata sang pemilik menjual langsung di pasar-pasar tradisional yang ada di Kecamatan Barong Tongkok dan Sekolaq Darat. Lahan yang telah mengantongi Surat PPAT dari Kecamatan ini akan terus dikembangkan oleh pemiliknya sebagai usaha pemeliharaan ikan, bahkan akan dicoba untuk kegiatan pembenihan.

Kolam terpal untuk penanganan benih

Hal ini terlihat dari upaya yang dilakukan dengan menyiapkan beberapa kolam terpal dan indukan serta ijuk yang akan dijadikan media penetasan telur.  Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Kutai Barat, S.A. Samson, melalui Kepala Bidang Pemberdayaan Nelayan dan Pembudidaya Perikanan, Jakaria ketika dimintai keterangan terkait dengan aktifitas usaha yang dilakukan oleh masyarakat mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Kutai Barat memberikan dukungan kepada masyarakat yaitu berupa sarana budidaya ikan, seperti keramba, kolam terpal, perbaikan/rehab kolam, benih dan pakan ikan, selain itu juga memberikan bimbingan teknis melalui pelatihan, ataupun pembinaan secara langsung ke lapangan. “Untuk mengakses bantuan Pemerintah, maka pelaku usaha wajib untuk berkelompok, dan memenuhi criteria administrasi seperti Akte Badan Hukum, Foto Copy KTP dan KK, Berita Acara Pembentukan Kelompok, AD/ART Kelompok, memiliki lokasi untuk usaha, serta persyaratan lain yang diperlukan” Ujar jakaria.

Kolam dengan ukuran yang lebih luas

Lebih lanjut ia berharap agar masyarakat gencar untuk memanfaatkan peluang usaha perikanan mengingat Kabupaten Kutai Barat sebagai kawasan penyangga Ibu Kota Negara, sehingga kebutuhan protein dari ikan ini akan semakin meningkat. (Jack/27/03/2020).

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *