Jumri, Pengrajin Bubu Ikan Baung Dari Kampung Sebelang Kecamatan Muara Pahu

diskan.kutaibaratkab.go.id.-Sendawar, Jejeran rapi kotak yang terbuat dari bambu di atas jalan yang  terbuat dari ulin, mengusik minat penulis untuk mencari tahu siapa sang pemiliknya.  Cuaca terik dan hawa panas di daerah pesisir sungai Mahakam, dengan jalan umum yang sebagian besar terbuat dari jembatan ulin menambah semangat penulis untuk berteduh dan bertemu dengan sang empunya barang. Tak jauh dari jejeran kotak bambu tersebut, duduk seorang pria tanpa baju, sedang asik meraut pecahan bambu pering (bahasa daerah setempat) dengan sebilah pisau khusus.

Bilah bambu yang telah diraut

Sesekali tangannya berhenti untuk melihat apakah ukuran dan bentuk bambu yang diraut sudah sesuai dengan kebutuhan.  Tangannya terlihat sangat lincah dalam meraut bilah-bilah bambu, bahkan secara sepintas hasil pekerjaan tangannya nampak presisi ukurannya.  Itulah pak Jumri, sang pengrajin alat tangkap tradisional bubu bambu dari Kampung Sebelang Kecamatan Muara Pahu.  Alat tangkap berupa bubu bambu ini dipergunakan untuk menangkap ikan baung di perairan sungai Mahakam dan sungai Kedang Pahu.  Menurut pengakuannya, pekerjaan membuat bubu ini telah puluhan tahun dilakoninya.  Sehingga tak jarang selain untuk keperluan sendiri beliau juga melayani pesanan dari nelayan lain.  Dari penuturannya jika bahan baku telah tersedia, maka dalam satu hari mampu membuat sebanyak 10 (sepuluh) unit dalam satu hari.

Penulis sedang berbincang dengan pak Jumri

Untuk bahan baku bubu ini pak Jumri mengaku tidak kesulitan untuk mendapatkannya, karena tersedia disepanjang sungai, sambil tangannya menunjuk dimana bambu-bambu ini diperolehnya.  Menurutnya, alat ini sangat ramah lingkungan, tidak seperti penangkapan menggunakan kelambu, racun, dan setrum.  “Bubu ini hanya menangkap ikan baung ukuran besar, sedangkan ikan yang kecil tidak akan terjebak dalam alat ini, karena sela lubang perangkap cukup untuk keluar” ujar Jumri.  Menurut pengakuannya, alat yang dibuatnya telah tersebar kecamatan lain di luar Muara Pahu.

Bubu ikan baung yang sudah selesai

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Kutai Barat S.A. Samson dibeberapa kesempatan selalu menegaskan pentingnya pengelolaan penangkapan ikan dengan mengutamakan konsep penangkapan yang ramah lingkungan, sehingga ketersediaan ikan di perairan tetap terjaga.  “Penggunaan alat tangkap ramah lingkungan, seperti bubu, pengilar, rawai, jala, pukat sangat dianjurkan, sehingga ikan-ikan terutama benih ikan yang masih kecil tidak ikut tertangkap dan dapat terjaga kelangsungan hidupnya serta menjadi stok ikan berikutnya” ujar Samson. (Jack/14/10/2021)

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *