Kader Penyuluh Perikanan Mandiri, Upaya Atasi Terbatasnya Penyuluh Perikanan

diskan.kutaibaratkab.go.id.-Sendawar, Kabupaten Kutai Barat memiliki wilayah perairan umum daratan yang mengandalkan Sungai, rawa, dan danau sebagai Sumber Daya Potensial Perikanan. Dengan 5 (lima) Kecamatan yang mengandalkan sektor perikanan sumber matapencaharian utama sebagian besar penduduknya. Lima Kecamatan tersebut adalah Kecamatan Penyinggahan, Kecamatan Mura Pahu, Kecamatan Jempang, Kecamatan Mook Manor Bulatn dan Kecatamatan Tering. Keseriusan pemerintah untuk mendukung peningkatan produksi tersebut melalui sarana dan sarana perikanan berupa Keramba, Kolam terpal, pakan serta benih ikan untuk sarana budidaya.  Serta bantuan sarana dan prasarana alat tangkap berupa mesin ces dan perahu dan alat penangkapan ikan berupa gill net, cool box, pengilar dan jala.

Alat tangkap pukat/jaring insang yang dipergunakan masyarakat sepanjang sungai Kedang Pahu

Permasalahan yang dihadapi oleh Pelaku Usaha Perikanan Kabupaten Kutai Barat pada umumnya terkait dengan potensi ekonomi yang ada, yaitu: (1) Belum optimalnya pemanfaatan sumberdaya ekonomi potensial lokal; (2) Masih rendahnya tingkat adopsi teknologi dan transfer teknologi; (3) Masih buruknya budaya kerja dan kinerja usahanya; (4) Lambatnya modernisasi atau inovasi produk yang dihasilkan. Sementara itu, isu yang dihadapi dalam persaingan global, pelaku usaha dihadapkan pada daya saing yang semakin ketat sehingga memaksa pelaku usaha harus menjalankan usahanya lebih efisien. Hal tersebut dapat dilakukan oleh pelaku usaha salah satunya melalui penguasaan teknologi serta inovasi teknologi yang cepat, mampu menggali potensi lokal yang ada serta meningkatkan budaya kerja.

Aktifitas Budidaya Ikan dengan menggunakan Keramba Jaring Apung di pesisir sungai Mahakam daerah Kecamatan Tering

Sampai saat ini usaha budidaya ikan masih berlangsung walaupun dengan menggunakan teknologi sederhana, kegiatan pengolahan ikan belum mampu bersaing baik dari segi diversifikasi, jumlah maupun mutu, serta aktifitas penangkapan yang belum sepenuhnya menerapkan konsep perikanan berkelanjutan. Proses pembuatan kerupuk, amplang, ikan asin, ikan asapan merupakan bentuk hasil olahan secara tradisional sehingga sangat dibutuhkan peningkatan kualitas sumberdaya manusia di sektor perikanan Kabupaten Kutai Barat sehingga sangat dibutuhkan penguasaan ilmu pengetahuan, keterampilan, sikap, perilaku serta etos kerja oleh pelaku usaha perikanan.

Hasil olahan perikanan berupa ikan asin di daerah Kecamatan Penyinggahan

Untuk mewujudkan Sumber Daya Manusia Pelaku Usaha Perikanan di Kabupaten Kutai Barat diperlukan juga adanya peningkatan peran perangkat teknis/organisasi sehingga mampu meningkatkan nilai tambah atau produktivitas. Faktor lainnya Sebagai upaya dalam menunjang pembangunan sektor perikanan dan kelautan pada masa yang akan datang maka diperlukan sumber daya manusia yang mencukupi secara kuantitas dan kualitas.  Dengan minimnya jumlah personil yang dimiliki oleh Dinas Perikanan, maka berdampak juga kepada lambatnya proses transfer ilmu pengetahuan serta inovasi terkini terkait usaha perikanan.  Hingga saat ini Dinas Perikanan hanya memiliki 1 (satu) orang Penyuluh Perikanan yang merupakan tenaga penyuluh Bantu Kementerian Kelautan Republik Indonesia. Hal ini menunjukkan keterbatasan pemerintah dalam menyelenggarakan kegiatan penyuluhan perikanan yang dilakukan oleh Penyuluh Perikanan PNS. Oleh karena itu dibutuhkan penyuluh perikanan swadaya yang kapabel sesuai azas-azas penyuluhan. Berdasarkan data eksisiting Penyuluh Perikanan, saat ini kondisi jumlah penyuluh perikanan di Kutai Barat masih kurang sehingga perlu mengangkat dan mengukuhkan penyuluh perikanan swadaya sebagai mitra kerja penyuluh Perikanan PNS di lapangan.

Ikan patin hasil tangkapan nelayan di perairan sungai Mahakam

Hal ini terungkap saat Acara Sosialisasi Proyek Perubahan berjudul Strategi Peningkatan Kualitas Sumberdaya Manusia Pelaku Usaha Perikanan Melalui Penerapan Kpp Mandiri (Kader Penyuluh Perikanan Mandiri) Di Kutai Barat. Yang dilaksanakan di Kecamatan Muara Pahu baru-baru ini.  Acara Sosialisasi yang digagas langsung oleh Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Kutai Barat itu, memaparkan secara umum tentang tujuan, manfaat, serta proses perekrutan Kader Penyuluh Perikanan Mandiri.  Hingga saat ini telah terdaftar 6 (enam) orang Kader Penyuluh Perikanan Mandiri yang berasal dari Kecamatan Penyinggahan, Melak, Barong Tongkok, Linggang Bigung, dan Kecamatan Tering.  Proses perekrutan masing terus dilakukan, sehingga masyarakat pelaku usaha perikanan atau praktisi bisa mendaftarkan diri ke Dinas Perikanan Kabupaten Kutai barat pada setiap hari kerja. (Jack/15/10/2021)

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *