Kering Pada Saat Kemarau, Aktifitas Nelayan Di Kawasan Danau Jempang Terhenti.

Sendawar, diskan.kutaibaratkab.go.id.- Musim kemarau tahun 2019 kembali melanda Kabupaten Kutai Barat. Surutnya permukaan air dialami oleh beberapa sungai yang mengalir membelah Bumi Tanaa Purai Ngeriman ini.

Keramba-keramba yang diletakan jauh ketengah danau untuk mendapatkan air

Beberapa persoalan ikut muncul dengan datangnya musim kemarau ini. Mulai dari berkurangnya debit air sumur untuk keperluan sehari-hari masyarakat, kebakaran lahan juga kerap terjadi.  Berkurangnya debit air juga menjadi persoalan bagi warga yang berdomisili di daerah Kecamatan Jempang, Kampung Pulau Lanting misalnya.  Sebagian besar warga masyarakat kampong ini memanfaatkan  keberadaan kawasan Danau Jempang sebagai penopang perekonomiannya.  Sebagian besar masyarakat mengandalkan danau ini untuk sumber mata pencahariannya yaitu sebagai nelayan dan Pembudidaya Ikan.  “Sudah beberapa bulan ini kami tidak lagi mencari ikan pak, karena airnya semakin surut sehingga susah untuk dilewati sekalipun dengan perahu ces berukuran kecil” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya ketika ditemui oleh media ini.

Ces sebagai alat transportasi lalu lalang di kawasan danau jempang pada saat air danau tinggi

Sungguh sebuah pemandangan yang sangat kontras ketika penulis mengunjungi daerah ini pada saat air sedang meluap.  Pada saat air sedang tinggi kawasan danau ini menjadi daerah tersibuk oleh aktifitas masyarakat yang memanfaatkan danau ini sebagai jalur transportasi maupun sebagai tempat berusaha.  Ketika musim kemarau saat ini, sebagian aktifitas warga lebih banyak dilakukan di daratan, sedangkan di danau masyarakat mulai memindahkan keramba-keramba ke daerah yang masih ada airnya, namun tidak jarang juga terjadi bahwa ada beberapa keramba yang terlambat diselamatkan karena air danau surut dengan cepat.  Sungguh pemandangan yang yang menakjubkan ketika pemulis dapat berjalan pada tanah kering yang merupakan dasar dari danau ini yang hanya dapat dilakukan pada musim kemarau ini, sedangkan pada saat air tinggi maka kawasan ini menjadi daerah yang cukup dalam dengan ketinggian air mencapai belasan meter.

Jembatan yang menghubungkan Kampung Pulau Lanting dan Tanjung Jaan, dengan rumput yang tumbuh tinggi pada saat kemarau

Seorang warga yang ditemui penulis meuturkan keinginan masyarakat kepada merintah untuk dapat membuat kana-kanal disekeliling danau yang masih ada airnya, sehingga keramba-keramba ikan yang dimiliki warga dapat dipindah ke kanal ini. (jack/28/08/2019)

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *