Manfaatkan Sungai Miaq Kampung Ombau Asa, Kelompok Tani Miaq Sejahtera kembangkan Budidaya Ikan dalam Kolam

diskan.kutaibaratkab.go.id. – Sendawar,  Kampung Ombau Asa Kecamatan Barong Tongkok terletak tidak jauh dari pusat Pemerintahan Kabupaten Kutai Barat.  Dengan menggunakan kendaraan bermotor hanya ditempuh dengan waktu kurang lebih 15 (lima belas menit).

Kolam dengan pondok jaga, milik anggota Kelompok Tani Miaq Sejahtera Kampung Ombau, Kecamatan Barong Tongkok

Kampung ini ternyata memiliki potensi pengembangan sektor perikanan.  Salah satu  kelompok masyarakat yang tergabung dalam Kelompok Tani Miaq Sejahtera, ternyata telah memanfaatkan potensi perikanan ini.  Salah satu anggota kelompok Tani Miaq Sejahtera yang dikunjungi media ini, Trisno Wicharta menuturkan bahwa usaha perikanan ini telah digelutinya sejak beberapa tahun yang lalu.  Tergabung dalam kelompok tani Miaq Sejahtera yang berdiri sejak tahun 2017 dan telah memiliki Akte Notaris, hingga kini ia telah memiliki 11 (sebelas) petak kolam dengan luasan kurang lebih 3000 meter persegi. “Untuk lahan yang saya buka sekarang baru sekitar 0,3 Ha dari hampir 1 Ha lahan, rencananya terus dikembangkan ke depan. Untuk saat ini ikan yang kami pelihara adalah ikan Nila bantuan dari Dinas Perikanan Kabupaten Kutai Barat Tahun Anggaran 2019 lalu” ujarnya.

Petakan Kolam milik Trisno Wicharta

Dari pantauan penulis memang terlihat belasan petak kolam yang  telah terisi oleh ikan nila.  Selain ikan nila pernah juga dicoba untuk memelihara ikan patin. Ikan patin yang dipelihara perkembangannya memang cukup baik, akan tetapi dari pengalaman memang ikan nila perkembangannnya yang paling baik.

Penyerahan buku produksi oleh Dinas Perikanan

Kepala Bidang pemberdayaan Nelayan dan Pembudidaya Perikanan, Jakaria didampingi Kepala Seksi Pembinaan Kelembagaan Perikanan Berkat David Sinaga, dalam kesempatan tersebut memberikan pembinaan kepada pelaku usaha perikanan dan sekaligus menyerahkan buku bagi kelompok untuk mencatat semua aktifitas budidaya ikan yang dilakukan oleh kelompok. “Pencatatan oleh setiap anggota kelompok sangat penting dilakukan untuk mengetahui apakah usaha memelihara ikan ini ekonomis atau tidak, karena di dalamnya tercatat kapan menebarkan, berapa jumlah benih yang ditebarkan, dan kapan waktu panen, serta jumlah panen” ujar Jakaria.  Trisno Wicharta menuturkan bahwa kendala utama yang dihadapi oleh usahanya adalah pada saat musim penghujan, dimana kolam yang dimilikinya tergenang banjir.  “Kalau bisa kami dibantu khususnya untuk membuat tanggul, atau pematang yang lebih tinggi sehingga air tidak dapat masuk ke area kolam” ujarnya.

Sungai Miaq pemasok air ke kolam
Pematang Kolam yang rusak tergerus air.

Jakaria dalam kesempatan tersebut juga menyampaikan program Pemerintah Kabupaten Kutai Barat melalui Dinas Perikanan untuk pengembangan usaha perikanan, melalui bantuan sarana dan prasarana budidaya, penangkapan, pengolahan, serta memberikan bimbingan dan pelatihan teknis bagi pelaku usaha perikanan yang membutuhkan. (jack/29/07/2020)

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *