MENIKMATI GURIHNYA USAHA PENGOLAHAN IKAN ASIN

diskan.kutaibaratkab.go.id. Bisnis pembuatan ikan asin cukup menjanjikan karena memiliki pangsa pasar yang stabil sejak puluhan tahun. Selain itu, ikan asin juga merupakan salah satu makanan kegemaran masyarakat Indonesia.

Peletakan ikan asin dalam kardus packing

Salah seorang pemilik usaha ikan asin di Penyingahan Ilir, Kecamatan Penyingahan, Rahmad Wahyudi (42) mengatakan, dalam satu bulan  meraup untung  sekitar Rp 6  juta dengan mempekerjakan tenaga kerja keluarga

“Bisnis ikan asin ini tidak pernah putus, selalu saja ada permintaan dari pasar. Bahkan pemasaran ikan asin hasil pengolahan kami sampai dikirim ke Tenggarong, Samarinda bahkan sampai  ke Jakarta, setiap bulan kami rutin mengirimkan ikan asin hasil olahan kami  rata rata 2 ton/bulan, adapun ikan asin yang diproduksi antara lain Biawan, Sepat Siam, Kendia, Gabus, Repang dan Toman  ujar Pak Rahmad Wahyudi

ikan asin yang ditempatkan dalam keranjang oleh pengusaha ikan asin

Untuk tetap menjaga kualitas ikan yang diolah, ikan segar yang sudah dibeli oleh Pak Rahmad wahyudi akan segera diproses dan tidak bisa didiamkan sampai keesokan harinya ditambah lagi ia tidak memiliki tempat penyimpanan atau pendingin, sehingga apabila tidak langsung diolah akan membusuk atau rusak. Adapun proses pengolahan ikan asin Pak Rahmad Wahyudi sebagai berikut :

Tahap 1 : penyiangan yaitu mengeluarkan isi perut  ikan yang dilaksanakan pada pagi dan sore hari pada saat ikan hasil tangkapan nelayan tiba di tempat

Tahap 2 : Pencucian I  yaitu membersihkan  darah dan lendir ikan

Tahap 3 : Penggaraman  yang dilaksanakan selama 2 hari 1 malam

Tahap 4 : Pencucian II yaitu membersihkan kembali sisa darah, lendir dan air sisa garam

Tahap 5 : Penjemuran dilakukan selama  3-5 hari sampai benar benar kering

Proses penjemuran ikan asin

Tahap 6 : Packing yaitu penyortiran berdasarkan jenis ikan dan ukuran.

Packing ikan asin dalam kardus

Adapun pendampingan selalu diberikan olah Dinas Perikanan Kabupaten Kutai Barat melalui Petugas Penyuluh Lapangan Abdul Aziz, S.Pi dalam melaksanakan pengolahan ikan yang sesuai Prosedur Operasi Standar Sanitasi.

Abdul Azis Penyuluh Pertanian Lapangan WKPP Kec. Penyinggahan (Bertopi) bersama seorang pengusaha ikan asin Rahmad Wahyudi.

Melalui Kepala Bidang Pemberdayaan nelayan dan pembudidaya ikan  Jakaria, S.Pi menyebutkan bahwa Pemerintah saat ini menggiatkan industri pengolahan ikan untuk meningkatkan nilai tambah sektor perikanan sehingga dapat meningkatkan ekonomi kerakyatan dari sektor perikanan. (Mastuyah/jack/15/04/2020)

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *