Pemeliharaan Ikan Patin Dalam Keramba

SENDAWAR.DISKAN.KUTAIBARATKAB.go.id-Keramba merupakan salah satu tempat pemeliharaan ikan yang cukup populer. Pemanfaatan sungai, waduk, dan embung untuk keramba berarti juga upaya lain untuk mengoptimalkan manfaat perairan umum untuk budidaya ikan.

Bahan untuk membuat keramba dapat berupa bambu bilah, kayu, atau kawat peternak ikan umumnya menggunakan bambu sebagai kerangka pembuatan keramba dengan ukuran yang bermacam-macam (bervariasi) banyak keuntungan yang di dapat jika ikan patin di budidaya di keramba. pada pembesaran model ini   ikan patin dapat merasakan hidup seperti di habitat aslinya (alami) meskipun tidak mutlak sama dengan demikian aktivitasnya tidak terlambat. keuntungan lain pembesaran ikan patin di keramba adalah sebagai berikut :

Ikan patin yang di besarkan di keramba akan terhindar dari gangguan hama maupun ganguan lainya yang sering menimbulkan kerugian dalam kegiatan usaha.

Pengawasan terhadap pertumbuhan ikan dan dan kesehatan ikan dapat dilakukan dengan mudah sehingga setiap di temukan gejala yang tidak menguntungkan dapat segera di tanggulangi.

Kebutuhan oksigen dapat terpenuhi bagi ikan karena pergantian air terjadi setiap saat dengan demikian laju pertumbuhan dan kesehatan ikan dapat mencapai optimal. Sisa makan dan kotoran hasil dari aktivitas dapat segera hanyut terbawa aliran air sehingga tidak menimbulkan penyakit dan kekhawatiran terhadap tingginya kadar amoniak  maupun zat racun lainya yang akan menghambat lajupertumbuhan. pemanenan ikan dapat di lakukan dengan mudah sehingga menghemat waktu dan tenaga.

Selain ditempatkan di sungai, keramba juga dapat di tempatkan di danau atau waduk berdasarkan letaknya di dalam perairan (sugai, waduk, dan danau) keramba menjadi tiga jenis yaitu keramba yang di letakan di dasar perairan, keramba yang diletakan di bawah permukaan air, dan keramba yang diletakan diatas permukaan air.

Dalam prakteknya keramba di dasar perairan ini di bagi menjadi dua jenis yaitu keramba yang di letakan di dasar perairan dan keramba yang  di tanam di dasar perairan keramba di dasar perairan ini umumnya di gunakan di daerah perairan yang sempit dan tidak terlalu dalam seperti pada sungai-sungai kecil atau saluran yang lebarnya tidak lebih dari dua meter.

Keramba ini lebih cocok di letakan di sungai yang aliranya deras sehingga tadak mudah terbawa arus air bila dasar perairanya keras pembangunan keramba tidak perlu di bangun dasar keramba lagi karena dasar tersebut dapat di jadikan alas.

Keramba tipe ini di bangun dengan cara menanamkan ujung-ujung kerangka keramba kedasar perairan maupun ketebing sungai matau saluran air.

Oleh karena itu perlu di perhatikan bahwa ukuran kerangka keramba yang di buat harus lebih besar misalnya, ukuran keramba yang di inginkan adalah  3 m x 2 m x 1 m maka kerangka keambanya harus mempunyai ukuran 3 m x 2,40 m x 1,2. kerangka keramba yang tertanam di dalam adalah sepanjang 20 cm bidang permukaan keramba sebelah atas di usahakan berada 20 cm di bawah permukaan air untuk keramba yang seluruhnya di tanam di dasar perairan lebih tepat di gunakan pada sungai-sungai atau saluran air yang dangkal dengan dasar yang keras.
Bagi lingkungan sekitar penempatan keramba dengan cara di tanam secara keseluruhan sangat menguntungkan karena tidak mengganggu aliran air dan tidak menyebabkan terjaringanya samapah yang terbawa arus air.
Keramba di bawah permukaan air sedikit berbeda dengan keramba yang di letakan di dasar perairan bagian atas keramba di bawah permukaan air tidak menonjol apalagi nongol ke permukaan air sebaliknya, bagian dasar tidak di tanam seperti keramba di dasar perairan keramba jenis ini lebih cocok di letakan di perairan yang agak dalam tetapi tidak bisa di letakan di perairan yang dasar sekali karena perairan yang seperti ini miskin oksigen agar lebih aman posisi di usahakan tetap berada 20 cm di bawah permukaan air.
Untuk memperhatikan posisi keramba agar tetap berada 20 cm di bawah permukaan air (tidak mengapung ke bagian atas) pada badan keramba perlu di tambahkan pemberat seperi batu, besi atau bahan lain yang mempunyai berat yang cukup. kalau arus perairan tersebut agak deras (misalnya di sungai) maka pada setiap sudut keramba di lengkapi dengan jangkar. hal ini untuk menjaga agar kekramba tidak hanyut cara lainya adalah mengikatkan keramba itu pada sebatang pohon yang kuat.
Keramba yang mengambang di permukaan air terutama di gunakan di danau atau waduk yang berair dalam perbedaan yang mencolok terletak pada posisi keramba terhadap permukaan air yaitu sepertiga bagian atasnya berada di atas permukaan air sedangkan dua pertiga lainya di dalam air.
Keramba jenis ini juga di lengkapai dengan pemberat dari batu atau besi jumblah pemberat itu harus di atur agar sepertiga bidang permukaan bagian atas dari keramba dapat timbul di permukaan air bila pemberat terlalu berat maka keramba akan tertarik kebawah hal ini tidak berpengaruh negatif namun sebaliknya bila pemberat itu terlalu ringan maka bagian yang muncul ke permukaan semakin tinggi keadaan seperti ini berbahaya bagi keselamatan ikan.
Keramba yang mengambang di permukaan air ini juga mempunyai resiko apabila keramba di letakan di sungi yang arusnya agak deras maka di khawatirkan akan terkena hantaman benda-benda yang hanyut bersama arus akibatnya ketenangan ikan akan terganggu dan dinding kerambapun cepat rusak. Untuk mennnghindari hal ini keramba pada permukaan air sebaiknya di letakan di perairan yang relatif tanang dan bebas dari benturan benda yang terbawa arus air.
Agar keramba tidak mudah hanyut terbawa arus maka pada setiap sudut keramba perlu di ikatkan jangkar. lebih aman lagi bila keramba itu di ikatkan di pohon atau di buatkan semacam tambatan.
Ada peritmbangan khusus mengenai ukuran, berat, dan jumlah benih ikan patin  yang akan di tebarkan di keramba. pertimbangan yang paling utama tergantung pada arus air tempat keramba di letakan dan juga bahan keramba yang di gunakan.
Faktor arus air akan menghambat gerakan ikan patin di dalam keramba sedangkan bahan keramba perlu di tingkatkan agar benih tidak mudah lolos.
Oleh karena itu benih patin yang di tebarkan di keramba harus berukuran relatif besar supaya kuat melawan arus dan tidak mudah meloloskan diri. Secara umum berat awal individu yang akan di tebarkan di keramba lebih dari 50g.
Hingga kini belum ada literatur yang menyebutkan angka pasti untuk kepadatan penebaran ikan patin di keramba masih beradasarkan perkiraan.
Kepadatan penebaran secara umum di keramba di tentukan oleh tingkat intensitas usaha. apabila ikan dalam intensitas usaha. apabila ikan di usahakan dalam intensitas penuh dengan lama pemeliharaan satu tahun maka kepadatan penebaran sekitar 5 Kg /  M2 Total produksi setelah masa pemeliharaan satu tahun di tarrgetkan mencapai 50-60 Kg /  M2  hal ini berlaku untuk semua jenis ikan.
Penetuan ukuran benih yang di tebarkan tergantung pada lama waktu yang di rencanakan semakin besar ukuran benih patin yang disebarkan maka waktu pemeliharaan semakin singkat. perlu di ingat penebaran benih patin yang berukuran kecil kurang mampu mempertahan kan hidupnya di aliran air yang deras.
Sebagai aturan yang yang di anjurkan dan baik ukuran bibit yang di tebarkan dalam keramba bagusnya memiliki ukuran yang sama (seragam) sehingga kemampuanya untuk mencari makanan akan merata sama. dengan demikian pertumbuhan ikanpun akan cenderung serentak besar.
Salah satu faktor utama yang menetukan keberhasilan budidaya ikan patin dalam keramba adalah pakan yang memadai kebutuhan nutrisi ikan patin selama masa budidaya berlangsung pada pemeliharaan sistem keramba. secara alami makanan ikan dapat di peroleh dari aliran air yang mengandung mikro organisme, kutu air lumut dan ganggang. dengan demikian untuk memacu pertumbuhan patin tidak bisa hanya mengandalkan pakan alami saja untuk itu ikan perlu di berikan pakan tambahan pelet.
Pelet untuk ikan patin yang di pelihara di keramba adalah pelet yang mengandung protein 25-30% rasuman pelet yang di berikan sebanyak 2-3 % dari total berat ikan perhari setiap dua minggu atau paling lama ssetiap satu bulan bobot ikan patin di timbang kembali untuk menyesuaikan jumlah pakanya.
Agar lebih aman dan tidak stress penimbangan di lakukan dengan cara pengambilan sampel ikan sebanyak 10 – 25 % saja hasil penimbangan ikan sampel merupakan tolak ukur untuk pemberian pakan berat rata-rata setiap harinya.
Hasil kali berat rata-rata dan jumlah individu ikan akan di peroleh berat total ikan di dalam keramba. penebaran pakan di lakukan secara sedikit demi sedikit agar pakan tidak banyak yang hanyut terrbuang.
jatah pakan di berikan 3-4 kali dalam sehari, di mulai pagi, siang, sore dan malam hari. pada malam hari pemberian pakan di bedakan sedikit lebih banyak dari yang lain.
Patin yang dipelihara di karamba relatif aman. walau seperti itu tindakan pengontrolan tidak boleh ditinggalkan tetap harus ada langkah pengontrolan, terutama untuk karamba yang berada pada perairan berarus deras atau perairan yang banyak bahan hanyutan. Pengontrolan karamba di perairan berarus deras Iebih ditekankan pada upaya pencegahan agar karamba tidak terbawa arus.
Oleh karena itu, tambatan (ikatan) karamba perlu diamati, barangkali perlu diperbaiki atau diperkuat ikatannya.
Apabila perairan itu mengandung banyak bahan-bahan hanyutan maka perlu dibersihkan sesering mungkin. Karena Sampah yang menutupi sisi jari-jari karamba ini akan mengurangi banyaknya volume air yang masuk ke dalam karamba sehingga sirkulasi air akan terlambat yang dapat memicu laju pertumbuhan ikan patin.
Karena berada di dalam sungai yang mengali kemungkinan terjadi endapan pasir atau lumpur di karamba bisa terjadi.
Secara berkala, endapan ini diangkat, terutama setelah hujan deras atau banjir. Apabila bahan karamba terbuat dari bilah bambu atau papan maka dinding bagian dalam tidak perlu dibersihkan karena organisme yang turrrbuh menempel merupakan pakan yang baik bagi ikan patin. Salah satu upaya untuk menghindari banyaknya endapan lumpur atau pasir di dalam karamba, sebaiknya karamba diletakkan di sungai dengan pola zig zag.
lkan patin yang dibesarkan di karamba sebaiknya tidak terlalu sering ditangguk (ditangkap dengan serok). Penangkapan ikan di karamba hanya boleh dilakukan pada saat melakukan sampling berat untuk menentukan jumlah pakan yang akan diberikan. Biia terlalu sering ditangkap, dikhawatirkan ikan patin akan stres dan selanjutnya mempengaruhi Iaju pertumbuhannya.
Seperti halnya pembesaran patin di media lain, pemanenan di karamba pun dilakukan jika bobot ikan sudah mencapai ukuran pasar. Para pemilik karamba umumnya memanen ikan setelah dipelihara selama 6-12 bulan. Pemanenan ikan patin pada jenis karamba di dasar perairan dapat dilakukan di tempat karena karamba tersebut dibangun secara permanent dan pennukaan airnya juga tidak terlalu dalam.
Pemanenan dapat dilakukan menggunakan serok jaring atau bisa juga dengan cara menangkap langsung dengan tangan. Namun, cara panen dengan penangkapan ikan secara langsung tidak disarankan karena akan mengakibatkan tangan terluka.
Pemanenan ikan patin dapat di mulai melalui jalan pintu pemanenan yang terletak di bagian tengah atasvpermukaan karamba. Pada jenis karamba di bawah maupun karamba di permukaan air, pemanenan ikan dapat dilakukan setelah karamba tersebut ditarik ke tepi perairan.
Ikan hasil dapat segera di letakan dalam jaring yang sudah di sediakan di lokasi air yang mengalir untuk mengurangi terjadinya ikan stres. jika kondisi ikan sudah tidak brutal Iagi, ikan patin hasil panenan tersebut segera dipasarkan

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *