Rapak Oros, Asa Baru Untuk Usaha Budidaya Perikanan

diskan.kutaibaratkab.go.id. – Sendawar, Potensi Perikanan Kabupaten Kutai Barat seluruhnya mengandalkan perairan umum daratan berupa, sungai, danau, rawa, dan genangan air lainnya.  Bahkan sekarang telah berkembang di masyarakat yang mengembangkan kolam terpal untuk skala usaha budidaya ikan rumah tangga yang tidak memiliki potensi lahan tergenang. Sebagian besar rawa telah lama dimanfaatkan untuk usaha penangkapan dan budidaya ikan seperti di rawa Jempang.  Di daerah lain kebanyakan rawa dimanfaatkan untuk kegiatan usaha pertanian dengan menanam padi.  Demikian pula halnya dengan rawa yang terletak di wilayah kecamatan Linggang Bigung.  Kawasan Rawa yang dinamakan oleh warga dengan “Rapak Oros” ini memang telah lama dimanfaatkan sebagai sebagai kawasan pengembangan padi sawah.

Saluran Irigasi untuk pengairan sawah di Rapak Oros

Bahkan oleh Pemerintah Kabupaten Kutai Barat, Rapak Oros juga dicaanangkan sebagai daerah lumbung padi Kutai Barat, bahkan Pemerintah Propinsi Kalimantan Timur telah memberikan dukungan penuh dengan membangun sarana irigasi untuk pengairan sawah.  Dengan menggunakan kendaran roda dua, untuk menuju ke tempat ini dibutuhkan waktu lebih kurang 50 menit dari ibu kota Kabupaten. Setelah menyusuri jalan Kabupaten yang beraspal, perjalanan akan memasuki area jalan agregat yang di kanan kirinya banyak terdapat lahan perkebunan karet milik masyarakat. 

Pemandangan Kolam Tanah dengan latar persawahan Rapak oros

Rasa penat ketika menempuh perjalanan, akan segera sirna ketika sampai di area persawahan.  Hijaunya daun serta buah padi yang telah menguning, menyuguhkan suasana asri yang menyejukkan fikiran.   Hamparan sawah terlihat sejauh mata memandang, sehingga tak salah jika daerah ini memang bias menjadi lumbung pangan Kabupaten Kutai Barat.  Setelah berputar di daerah persawahan ini, penulis merasa penasaran ketika di tengah kawasan persawahan ini terlihat ada beberapa unit kolam ikan yang telah terbentuk.  Sehingga secara iseng bertanya kepada warga pemilik lahan mengenai keberadaan kolam ikan tersebut. “Ini adalah upaya kami secara mandiri mencetak kolam ini, dengan harapan bisa berhasil, sehingga usaha kami di sini bukan saja mengahsilkan beras tetapi juga bisa menghasilkan produk perikanan” ujar Adrianus.  Menurut Adrianus di Rapak Oros ini telah dibentuk Kelompok Pembudidaya Ikan sebagai bukti keseriusan masyarakat untuk pengeaneka ragaman usahanya. 

Ikan Nila yang dipelihara dalam kolam tanah di area persawahan Rapak oros

Dari pengamatan penulis, secara teknis Kawasan Rapak Oros dapat dikembangkan sebagai kawasan perpaduan untuk usaha mina padi, yaitu memelihara ikan dan padi di lahan yang sama.  Pasokan air yang kontinu dari jaringan irigasi, kondisi keasaman air yang cukup memadai, memberikan dukungan untuk usaha ini.  Bahkan ada beberapa petak kolam yang telah berisi ikan nila dan ikan koi yang berkembang bagus. Semoga saja kawasan yang dikenal dengan lahan sawahnya berkembang pula usaha tumpang sari mina padi, sehingga masyarakat mendapatkan manfaat ganda dari usahanya ini. Semoga……(Jack/17/02/2021).

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *