Usaha perikanan, usaha penopang ekonomi masyarakat di DAS Mahakam

Seorang Nelayan pengepul Sedang membongkar hasil tangkapan dari para nelayan

Sendawar, diskan.kutaibaratkab.go.id., Geliat aktifitas warga masyarakat yang memanfaatkan sungai Mahakam dan beberapa anak sungai serta kawasan rawa yang berada di sepanjang alur sungai Mahakam seolah tiada henti.  Sungai yang membentang sepanjang 920 km yang melintasi tiga Kabupaten ini, terus menopang kehidupan warga masyarakat yang bermukim disepanjang bantaran sungai ini.  Roda kehidupan melalui aktifitas mata pencaharian penduduk yang mengandalkan keramahan serta kekayaan sungai ini terus mengalir bagaikan aliran air sungai ini yang kadang surut pada saat kemarau tetapi dapat pula meluap sampai ke permukiman penduduk pada saat banjir.  Hal yang lumrah terjadi sejak puluhan bahkan mungkin ratusan tahun silam, akan tetapi tetap menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat yang mengandalkannya.

Aktifitas pengolahan ikan oleh wanita nelayan

Sebutlah pak Jamhuri seorang warga dari kampong Minta menuturkan bahwa usaha yang digelutinya mampu untuk mencukupi kebutuhan keluarganya.  Bapak yang berdomisili di Kampung Bakung Kecamatan Penyinggahan ini telah berpengalaman dalam memelihara ikan dalam keramba di pinggiran sungai Mahakam yang melintasi kampungnya.  “Lama pemeliharaan ikan berbeda-beda pak tergantung jenisnya, kalau ikan Toman sekitar 2,5 Tahun, ikan patin sekitar 2 tahun, begitu juga dengan ikan jelawat” tuturnya kepada media ini. Sebuah perjuangan yang membutuhkan ketelitian dan kesabaran yang cukup lama bagi seorang pembudidaya ikan untuk menunggu sampai panen.  Kendala yang dihadapi oleh para pembudidaya ini adalah ketika terjadi perubahan kualitas air yang dapat menyebabkan kematian masal bagi ikan-ikan yang dipelihara.  Ia berharap agar pemerintah Kabupaten Kutai agar dapat memberikan bantuan berupa pembinaan melalui pelatihan-pelatihan teknis serta bantuan sarana dan prasarana budidaya ikan berupa keramba mengingat keramba kayu hanya bertahan antara 4-6 Tahun saja.

Aktifitas pemeliharaan ikan patin dalam keramba milik warga Kampung Bakung

Pengalaman lainnya didapat oleh penulis dari seorang pengumpul hasil tangkapan yang berdomisili di Kampung Minta Kecamatan Penyinggahan yang membeli hasil tangkapan warga masyarakat kemudian diolah menjadi ikan olahan berupa ikan asin.  Menurut pengakuannya, ikan-ikan tersebut nantinya akan diekspor keluar daerah Kutai Barat.  Pak sarni menuturkan bahwa ikan-ikan hasil tangkapan warga diperoleh setiap harinya dari para nelayan, ikan-ikan tangkapan seperti ikan biawan, baung, dan beberapa ikan putihan lainnya, ia dapatkan dalam jumlah kwintal perharinya.

Seorang Nelayan tengah mengumpulkan hasil tangkapannya untuk dijual kepada pengepul

Pak Bahri seorang Nelayan yang dijumpai oleh penulis menuturkan bahwa hasil tangkapannya cukup untuk membeli minyak mesin ketinting pergi pulang, dan kelebihannya untuk dibawa pulang. (jack/29/07/2019)

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *