Sekitar
30 keluarga di Kampung Jelmuq menggantungkan penghasilan pada kegiatan budidaya
dan penangkapan ikan di Danau Bahadaq. Potensi perikanan danau ini didukung
oleh ketersediaan air sepanjang tahun.
SENDAWAR,
DISKAN – Danau Bahadaq menjadi salah
satu sumber penghidupan masyarakat Kampung Jelmuq, Kecamatan Tering, Kabupaten
Kutai Barat, Kalimantan Timur. Sekitar 30 kepala keluarga memanfaatkan danau
tersebut untuk menjalankan usaha perikanan.
Warga
melakukan kegiatan budidaya ikan sekaligus menangkap ikan lokal yang hidup di
perairan danau. Aktivitas tersebut telah berlangsung selama bertahun-tahun dan
menjadi bagian penting dari perekonomian masyarakat setempat.
Jejeran alat perangkap ikan yang dipasang di area danau Bahadaq
Kampung
Jelmuq berada di kawasan Daerah Aliran Sungai Mahakam. Selain menggunakan
Sungai Mahakam sebagai jalur transportasi, masyarakat memanfaatkan sungai dan
danau di sekitarnya sebagai sumber mata pencaharian.
Danau
Bahadaq dapat dijangkau dari Kampung Jelmuq dengan waktu perjalanan sekitar 30
menit menggunakan perahu ketinting. Perjalanan menuju danau melewati anak
sungai yang terhubung dengan Sungai Mahakam.
Akses
tersebut tidak selalu mudah. Ketika permukaan Sungai Mahakam surut, alur anak
sungai menjadi sempit. Perahu yang melintas terkadang membentur tepian sungai.
Pengemudi
perahu juga harus berhati-hati saat berpapasan dengan perahu dari arah
berlawanan. Arus air yang deras pada beberapa bagian jalur dapat memperlambat
perjalanan menuju danau.
Kelompok
Rukun Abadi menyebutkan sekitar 30 kepala keluarga memanfaatkan Danau Bahadaq
sebagai sumber penghasilan. Kondisi perairannya dinilai sesuai untuk
pengembangan ikan air tawar, terutama ikan lokal dan ikan patin. Danau Bahadaq
merupakan salah satu lokasi penghasil ikan lokal di Kecamatan Tering. Produksi
ikan biasanya meningkat pada musim tertentu. Saat kondisi perairan mendukung,
ikan lokal dapat ditemukan dalam jumlah melimpah.
Pembudidaya ikan tengah menebarkan benih ikan kedalam keramba di danau Bahadaq
Selain
mengandalkan hasil tangkapan, masyarakat juga memelihara ikan patin dan
beberapa jenis ikan air tawar lainnya. Kegiatan budidaya membantu warga
memperoleh penghasilan ketika hasil tangkapan alami mengalami penurunan.
Ketersediaan
air sepanjang tahun menjadi salah satu faktor utama yang mendukung kegiatan
perikanan di Danau Bahadaq. Kondisi tersebut memungkinkan masyarakat
menjalankan usaha budidaya secara berkelanjutan.
Potensi Danau Bahadaq menunjukkan pentingnya kawasan perairan darat bagi perekonomian masyarakat di sepanjang Sungai Mahakam. Danau ini tidak hanya menyediakan sumber daya ikan, tetapi juga membuka ruang usaha bagi keluarga pembudidaya dan nelayan di Kampung Jelmuq.
Penulis : Jakaria
Foto : Jakaria