Logo Loader

Kelompok Nila Berjaya Bertahan di Tengah Tantangan Kualitas Air dan Kenaikan Harga Pakan

DINAS PERIKANAN 07 Juli 2026 1 minggu yang lalu 1324 kali dibaca
Blog Image
Email :

Sendawar, Budidaya ikan nila menjadi salah satu usaha yang terus dikembangkan Kelompok Nila Berjaya. Meski mengalami berbagai tantangan, mulai dari tingginya kematian benih hingga meningkatnya biaya produksi, kelompok ini terus berupaya mempertahankan produktivitas melalui perbaikan pengelolaan budidaya.

Pembudidaya Ikan "Nila Berjaya" tengah melakukan panen ikan di Keramba Jaring Apung miliknya

Kelompok Nila Berjaya mulai menjalankan usaha budidaya ikan nila sekitar tahun 2022–2023. Pada awal operasional, kelompok ini hanya memiliki sekitar empat keramba kecil. Seiring waktu, jumlah keramba terus bertambah dan fokus usaha diarahkan pada budidaya ikan nila, dan ikan mas.

Sebelum fokus pada ikan nila, kelompok ini juga pernah membudidayakan beberapa jenis ikan air tawar lainnya seperti baong, jelawat, dan haruan/gabus. Namun, ikan nila dinilai memiliki peluang ekonomi yang lebih menjanjikan sehingga menjadi komoditas utama kelompok.

Kualitas Air Menjadi Tantangan Utama

Dalam menjalankan usaha budidaya, Kelompok Nila Berjaya menghadapi kendala utama berupa perubahan kualitas air yang tidak stabil. Kondisi air yang berubah secara tiba-tiba menjadi salah satu faktor yang memengaruhi tingkat keberhasilan produksi, terutama pada fase awal pemeliharaan benih.

Berdasarkan pengalaman kelompok, tingkat kematian benih paling tinggi terjadi pada satu hingga dua bulan pertama setelah penebaran. Pada periode tersebut, tingkat kematian dapat mencapai sekitar 80 persen.

"Kendala terbesar ada di kualitas air. Kalau kondisi air berubah, benih banyak yang tidak bertahan," demikian gambaran kondisi yang disampaikan dalam wawancara kelompok.

Setelah melewati fase awal pemeliharaan, ikan yang sudah berumur lebih dari tiga bulan relatif lebih kuat dan tingkat kematiannya jauh lebih rendah. Sementara itu, penyakit ikan bukan menjadi penyebab utama karena kasus penyakit jarang ditemukan.

Bantuan Pemerintah Membantu Keberlanjutan Usaha

Kelompok Nila Berjaya juga mendapatkan bantuan pemerintah dalam bentuk pasokan untuk mendukung kegiatan budidaya. Bantuan tersebut dinilai membantu kelompok dalam menjaga keberlangsungan usaha, terutama dalam penyediaan kebutuhan produksi.

Namun, bantuan tersebut tetap perlu didukung dengan pengelolaan budidaya yang lebih baik. Permasalahan kualitas air masih menjadi faktor penting yang harus diperhatikan karena dapat menyebabkan kerugian apabila benih yang telah diberikan tidak mampu bertahan.

Kelompok berharap adanya peningkatan perhatian terhadap pengelolaan kualitas air agar bantuan yang diberikan dapat memberikan hasil maksimal bagi pembudidaya.

Kenaikan Harga Pakan Tekan Biaya Produksi

Selain persoalan teknis budidaya, kenaikan harga pakan juga menjadi tantangan ekonomi bagi kelompok. Harga pakan yang sebelumnya berada di kisaran Rp430 ribu mengalami peningkatan menjadi sekitar Rp445 ribu.

Kenaikan biaya produksi tersebut tentu berpengaruh terhadap keuntungan pembudidaya. Untuk mengatasi kondisi tersebut, kelompok memilih menjual hasil panen melalui penampung dibandingkan menjual langsung ke pasar.

Melalui sistem tersebut, hasil produksi dikumpulkan oleh penampung yang kemudian mendistribusikannya ke pasar. Kelompok berharap kenaikan biaya produksi dapat diikuti dengan penyesuaian harga jual ikan sehingga keuntungan pembudidaya tetap terjaga.

Tetap Bertahan dan Mengembangkan Budidaya

Saat ini Kelompok Nila Berjaya memiliki sekitar 10 anggota aktif. Dalam perkembangannya, terjadi beberapa perubahan dalam struktur kepengurusan dan sebagian anggota berpindah lokasi, tetapi kegiatan budidaya tetap berjalan.

Bagi kelompok, menjaga kualitas air menjadi kunci utama keberhasilan usaha ke depan. Dengan pengelolaan lingkungan budidaya yang lebih baik, tingkat kematian benih dapat ditekan dan produktivitas ikan nila dapat terus meningkat.

Di tengah tantangan kenaikan harga pakan dan perubahan kondisi lingkungan, Kelompok Nila Berjaya terus berupaya mempertahankan usaha budidaya ikan nila sebagai sumber ekonomi bagi para anggotanya.

Penulis : Jakaria