Sendawar, Dinas Perikanan Kabupaten
Kutai Barat menggelar Pelatihan Potensi Pakan Alami untuk Larva Ikan
sebagai upaya meningkatkan kapasitas pembenih dan pembudidaya ikan dalam
mendukung pengembangan sektor perikanan budidaya di daerah. Kegiatan yang
dilaksanakan pada Senin (13/7), bertempat di Hotel Nicci secara resmi
oleh Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Kutai Barat, yang diwakili oleh Sekretaris
Dinas Perikanan Kabupaten Kutai Barat, Jakaria.
Peserta pelatihan tengah menyayikan lagu Kebangsaan Indonesia Raya saat acara pembukaan
Pelatihan ini diikuti oleh sebanyak 25
peserta yang terdiri dari pembenih ikan, pembudidaya, penyuluh perikanan,
serta pihak-pihak yang berkaitan dengan pengembangan usaha perikanan budidaya.
Kegiatan dilaksanakan dengan metode pembelajaran berupa penyampaian materi
dan praktik langsung, sehingga peserta tidak hanya memperoleh pemahaman
secara teori, tetapi juga memiliki keterampilan teknis dalam penerapan pakan
alami untuk mendukung keberhasilan pemeliharaan larva ikan.
Dalam kegiatan tersebut, Dinas
Perikanan Kabupaten Kutai Barat menghadirkan narasumber dari Fakultas
Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Mulawarman, yaitu Dr. Ir.
Komsanah Sukarti, M.P. dan Maulina Agriandani, S. Pi., M.Si. Kedua
narasumber memberikan pembekalan terkait potensi dan pemanfaatan pakan alami,
meliputi pengenalan jenis pakan, teknik budidaya, metode pemeliharaan, hingga
pemberian pakan yang sesuai dengan kebutuhan perkembangan larva ikan.
Pemaparan materi oleh narasumber dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Mulawarman
Dalam sambutan pembukaan kegiatan,
Jakaria menyampaikan bahwa keberhasilan usaha budidaya ikan sangat ditentukan
oleh tahap pembenihan, terutama pada fase larva. Pada masa tersebut, larva ikan
membutuhkan pakan dengan ukuran yang sesuai dengan bukaan mulut, mudah dicerna,
serta memiliki kandungan nutrisi yang lengkap. Ketersediaan pakan yang tepat
menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan tingkat kelangsungan hidup
larva hingga menghasilkan benih ikan berkualitas.
Menurutnya, salah satu tantangan
yang masih dihadapi pembenih ikan di Kabupaten Kutai Barat adalah tingkat
kelangsungan hidup larva yang masih relatif rendah, khususnya pada umur 12
hingga 30 hari. Kondisi tersebut berdampak terhadap produksi benih ikan lokal
yang belum sepenuhnya mampu memenuhi kebutuhan pembudidaya, sehingga sebagian
kebutuhan benih masih harus didatangkan dari luar daerah. Hal tersebut
menyebabkan peningkatan biaya transportasi serta adanya risiko penurunan
kualitas benih selama proses pengangkutan.
Salah satu penyebab permasalahan
tersebut adalah masih terbatasnya pengetahuan dan keterampilan pembenih dalam
menyediakan serta memanfaatkan pakan alami sebagai sumber makanan utama larva
ikan. Padahal, berbagai jenis pakan alami seperti fitoplankton, zooplankton,
rotifera, Moina, Daphnia, dan Artemia memiliki kandungan nutrisi yang baik
untuk menunjang pertumbuhan dan meningkatkan tingkat kelangsungan hidup larva
ikan.
Melalui pelatihan ini, peserta
diberikan pemahaman mengenai teknik penyediaan dan pengelolaan pakan alami,
termasuk proses budidaya, pemeliharaan, serta penerapan pemberian pakan
berdasarkan perkembangan larva ikan. Metode pembelajaran yang menggabungkan
teori dan praktik diharapkan mampu memberikan pengalaman langsung kepada
peserta sehingga ilmu yang diperoleh dapat diterapkan dalam kegiatan pembenihan
di lapangan.
Para peserta sedang menimak penjelasan narasumber saat melakukan kegiatan praktek
Jakaria berharap kegiatan ini tidak
hanya meningkatkan pengetahuan peserta selama pelatihan, tetapi juga mampu
mendorong perubahan dalam pengelolaan usaha pembenihan ikan. Dengan meningkatnya
kompetensi pembenih lokal, produksi benih ikan di Kabupaten Kutai Barat
diharapkan semakin meningkat, kualitas benih semakin baik, serta kebutuhan
pembudidaya dapat dipenuhi secara mandiri dari daerah sendiri.
Pada kesempatan tersebut, Dinas
Perikanan Kabupaten Kutai Barat menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia,
narasumber, penyuluh perikanan, dan pihak-pihak yang telah mendukung
pelaksanaan kegiatan. Pelatihan Potensi Pakan Alami untuk Larva Ikan diharapkan
menjadi salah satu langkah nyata dalam memperkuat sektor perikanan budidaya dan
mewujudkan pembenihan ikan yang mandiri serta berkelanjutan di Kabupaten Kutai
Barat.
Penulis : Jakaria
Foto : Novan & Bernadus Niko