Sendawar — Upaya meningkatkan mutu dan daya saing produk perikanan terus dilakukan Dinas Perikanan Kabupaten Kutai Barat. Salah satunya melalui Pelatihan Manajemen Mutu dan Standardisasi Pasca Panen Perikanan yang digelar di Kantor Petinggi Kampung Tering Seberang, Kamis (11/6).
Kegiatan tersebut diikuti 25 pelaku utama perikanan dan kelautan, terdiri dari 24 peserta dari Kecamatan Tering dan 1 peserta dari Kecamatan Long Iram. Pelatihan ini menghadirkan dua akademisi dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Mulawarman, yakni Dr. Bagus Fajar Pamungkas, S.Pi., M.Si. dan Dr. Ita Zuraida, S.Pi., M.Si.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta mendapatkan pembekalan mengenai sistem penjaminan mutu, penanganan pasca panen yang baik, kebersihan produk, keamanan pangan, hingga penerapan standar mutu yang berlaku. Materi disampaikan melalui paparan narasumber, diskusi, tanya jawab, serta praktik langsung.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Kutai Barat, Leonard Yudiarto, melalui Sekretaris Dinas Perikanan, Jakaria, mengatakan sektor perikanan memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan, meningkatkan pendapatan masyarakat, sekaligus memperkuat ekonomi daerah.
Namun, menurutnya, keberhasilan sektor perikanan tidak hanya ditentukan oleh jumlah produksi. Kualitas hasil perikanan juga menjadi faktor penting yang harus diperhatikan oleh para pelaku usaha.
Foto Peserta sedang menyimak paparan dari narasumber
“Hasil perikanan tidak hanya ditentukan oleh banyaknya produksi, tetapi juga oleh mutu, keamanan, kebersihan, penanganan, pengemasan, penyimpanan, dan standar pasca panen,” ujar Jakaria saat menyampaikan sambutan.
Ia menegaskan, penanganan ikan dan produk perikanan yang dilakukan dengan baik sejak pasca panen akan memberikan dampak langsung terhadap nilai jual. Selain itu, produk juga memiliki daya simpan lebih lama dan peluang pemasaran yang lebih luas.
“Apabila ikan dan produk perikanan ditangani dengan baik sejak setelah panen, maka nilai jualnya akan meningkat, daya simpannya lebih panjang, dan peluang pemasarannya menjadi lebih luas,” lanjutnya.
Melalui pelatihan ini, Dinas Perikanan berharap para peserta tidak hanya memahami materi secara teori, tetapi juga mampu menerapkannya dalam aktivitas usaha sehari-hari. Mulai dari menjaga kebersihan peralatan, menggunakan wadah yang sesuai, mengendalikan suhu, hingga menerapkan standar mutu produk perikanan.
Jakaria juga mendorong peserta dari Kecamatan Tering dan Long Iram agar menjadi contoh bagi pelaku perikanan lain di wilayah masing-masing. Dengan begitu, penerapan manajemen mutu pasca panen dapat semakin meluas dan memberi dampak nyata bagi peningkatan kualitas produk perikanan di Kutai Barat.
“Ilmu yang diperoleh hendaknya tidak berhenti di ruang pelatihan saja, tetapi diterapkan dalam kegiatan usaha sehari-hari,” pesannya.
Penulis : Jakaria
Foto : Novan Elsa Novianto